| Minggu, 28 Februari 2010 |
| Brem Raksasa Madiun Masuk Rekor Muri |
 Menurut Imam, pembuatan brem terbesar ini menandakan kerja keras, keuletan dan kemauan masyarakat terhadap suatu karya seni serta bentuk kecintaannya pada negara Indonesia. Ditengah-tengah pesatnya kebudayaan asing masuk Indonesia, maka dibutuhkan satu ketahanan mental yang kuat dari masyarakat untuk membentengi diri dari pengaruh negatif dari budaya itu. “Replika burung garuda menandakan sang pembuat sangat cinta tanah air, itu bisa dijadikan contoh buat generasi muda agar lebih mencintai negaranya, ” katanya. Salah satu seniman pengukir brem Garuda Pancasila, Kamik Sumiadi mengatakan, ini adalah rekor baru, karena belum ada replika Garuda Pancasila terbuat dari brem dengan ukuran dan diameter sebesar ini. Brem Madiun berbeda dengan brem Bali. Karena Brem Madiun bukan minuman, melainkan jajanan khas yang terbuat dari beras ketan. Kemudian melalui proses tertentu, adonan itu menjadi lempengan-lempengan berwarna kuning keruh. Untuk membuatnya dibutuhkan ketebalan brem yang lain dari biasanya, karena ketebalan brem yang dijual di masyarakat cuma 1,5 cm. Sedangkan untuk ukiran Garuda Pancasila butuhkan brem dengan ketebalan 20 cm, lebar mencapai 180 cm, berat 500 kilogram dengan total dana pembuatan mencapai Rp 15 juta yang ditanggung Pemkab Madiun dan sponsor. Pengerjaan brem raksasa memakan waktu 12 hari, dengan 12 tenaga kerja pemasak. Untuk membuat adonan brem, Pemkab Madiun menghabiskan 1.000 kilogram beras ketan, dan 50 kilogram ragi tape. Sedangkan pada tahap pembentukan pengukiran dibutuhkan tiga orang ahli ukir. Ketika ditanya mengapa bentuk garuda yang dipilih, Kepala Sub Bagian Ekonomi Antar Daerah Dinas Pariwisata Pemkab Madiun, Agung Budiarto mengatakan, burung garuda sebagai lambang negara yang dapat mempersatukan bangsa. “Sengaja kita pilih Garuda Pancasila, selain sebagai lambang negara Republik Indonesia, lambang ini sangat penuh makna dan diyakini merupakan pemersatu bangsa ini. Kami sangat bersyukur kalau karya Brem Garuda Pancasila ini masuk catatan MURI,” katanya. Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Jatim, Dr Harun MSi MM menambahkan, tujuan MTF untuk menempatkan Jatim dalam peta pariwisata dunia atau sebagai daerah tujuan wisata internasional, regional, dan domestik, sehingga dapat sejajar dengan negara-negara lainnya. Daerah pariwisata yang memiliki potensi adalah Banyuwangi, Madiun, Blitar, dan Lamongan. “Kebanyakan wisatawan asing hanya mengenal Bali sebagai tujuan wisata, padahal tidak jauh dari Pulau Bali, kita memiliki Kabupaten Banyuwangi yang punya banyak kebudayaan, seni dan panorama yang indah dan unik,” tuturnya. MTF tahun ini diikuti 74 buyers (pembeli) dari 11 negara yakni Cina, Australia, Singapura, Malaysia, Hongkong, Jepang, Philipina, Thailand, Latvia, Rusia, dan Brunei Darusalam. Dari dalam negeri sebanyak 19 buyers. Sedangkan sellers (penjual) sebanyak 55 pengusaha dari Jatim dan luar Jatim seperti Surabaya, Jakarta, Bali, Lombok, Malang, Bandung, Jogjakarta, Mataram dan Jawa Barat. sumber : www.google.com |
posted by Debri & Wanda @ 19.34  |
|
|
|
|
| Cara Membuat Pecel |
 Bahan : Untuk membuat pecel Madiun maka segala sayur seperti kangkung, kubis, kecambah, daun singkong, dapat dimanfäatkan.
Bumbu : 1. Bawang putih : 3 siung 2. Kencur : 1 potong 3. Daun jeruk purut : 1 lembar 4. Cabe merah : secukupnya 5. Asam : secukupnya 6. Gula : secukupnya 7. Garam : secukupnya 8. Terasi : secukupnya 9. Bumbu penyedap : secukupnya
Cara memasak : Kacang tana digoreng, jangan terlalu matang. Kemudian ditumbuk sampai halus. Bumbu bumbu dihaluskan dan ditaruh pada wadah tersendiri. Campurkan bumbu dan kacang yang telah ditumbuk halus, aduk aduk sampai rata. Sayur dicuci bersih dan dipotong potong. Kemudian rebus dengan air biasa sesaat, lalu ditiriskan. Jika sayuran sudah tiris airnya, tempatkan pada piring. Kemudian berilah bumbu pecel Madiun yang sudah dicairkan dengan air. sumber : www.google.com |
posted by Debri & Wanda @ 19.30  |
|
|
|
|
| Sejarah Kota Madiun |

 Kota Madiun, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 169 km sebelah Barat Kota Surabaya, atau 114 km sebelah Timur Kota Surakarta. Di Kota ini terdapat pusat industri kereta api (INKA). Madiun dikenal memiliki Lapangan Terbang Iswahyudi, yakni salah satu pangkalan utama AURI, meski sebenarnya terletak di Kabupaten Magetan. Madiun memiliki julukan Kota Gadis
Geografi
Secara geografis Kota Madiun terletak pada 111° BT - 112° BT dan 7° LS - 8° LS dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Madiun di sebelah utara, sebelah selatan dengan Kecamatan Geger, sebelah timur dengan Kecamatan Wungu, dan sebelah barat dengan Kecamatan Jiwan. Wilayah Kota Madiun mempunyai luas 33,23 Km² terbagi menjadi 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Manguharjo, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Kartoharjo. Dengan luas masing-masing Kecamatan Manguharjo 10,04 Km², Kecamatan Taman 12,46 Km², dan Kecamatan Kartoharjo 10,73 Km². Masing-masing kecamatan tersebut terdiri atas 9 kelurahan sehingga terdapat 27 kelurahan di Kota Madiun.
Kota Madiun terletak pada daratan dengan ketinggian 63 meter hingga 67 meter dari permukaan air laut. Daratan dengan ketinggian 63 meter dari permukaan air laut terletak di tengah, sedangkan daratan dengan ketinggian 67 meter dari permukaan air laut terletak di sebelah di selatan. Rentang temperatur udara antara 20°C hingga 35°C. Rata-rata curah hujan Kota Madiun turun dari 210 mm pada tahun 2006 menjadi 162 mm pada tahun 2007. Rata-rata curah hujan tinggi terjadi pada bulan-bulan di awal tahun dan akhir tahun, sedangkan rata-rata curah hujan rendah terjadi pada pertengahan tahun.
Madiun berada pada ketinggian 63 m dpl. Kota Madiun hampir berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Madiun, serta dengan Kabupaten Magetan di sebelah Barat Daya. Kali Madiun mengalir di kota ini, merupakan salah satu anak sungai terbesar Bengawan Solo.
Ekonomi
Pendapatan Domestik Regional Bruto 2007 tercatat sebesar Rp 995 milyar. Dengan jumlah penduduk mencapai 173 ribu jiwa, pendapatan per kapita rata-rata mencapai Rp 5,7 juta per tahun atau sekitar Rp 500 ribu per bulan. Jauh di bawah rata-rata pendapatan per kapita nasional yang mencapai sekitar $1800 per kapita per tahun.
Kekuatan anggaran pemerintah kota madiun (APBD) pada 2007 mencapai Rp.354 milyar, di mana Rp 87 milyar untuk belanja publik. Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk, APBD per kapita mencapai Rp 501 ribu per tahun.
Posisinya yang cukup strategis menjadikan Madiun berada di jalur utama Surabaya-Yogyakarta. Kota ini juga menjadi persimpangan jalur menuju Ponorogo dan Pacitan ke arah selatan. Oleh karena itu, Kota Madiun ditetapkan sebagai wilayah hinterland atau pusat ekonomi untuk daerah sekitarnya dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (Perda No 6/2007).
Selama periode 2003-2007, sektor-sektor primer mengalami penyusutan dari 2,61% menjadi 2,18%. Sektor sekunder (industri) juga mengalami penyusutan dari 40% menuju 39%. Sektor tersier meningkat dari 57,32% menjadi 58,45%, yang semakin menegaskan arah pertumbuhan Kota Madiun sebagai pusat perdagangan untuk daerah sekitarnya.
Sebagai pusat perekonomian Jatim sebelah barat, angkutan antarkota dilayani oleh bus dan kereta api. Madiun dilintasi jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa. Stasiun Madiun merupakan yang terbesar di kawasan Jawa Timur bagian barat, dan di terdapat pusat industri kereta api Indonesia (PT INKA).
Persentase penduduk miskin di Kota Madiun jauh lebih rendah dibandingkan dengan persentase penduduk miskin di Jawa Timur. Sejak terjadi kenaikan persentase penduduk miskin pada tahun 2004 di Kota Madiun yaitu dari 7,9 menjadi 8,7 selanjutnya pada tahun-tahun berikutnya persentase penduduk miskin selalu mengalami penurunan seperti yang diharapkan oleh pemerintah. Tahun 2005 penduduk miskin Kota Madiun turun 0,64 persen dari tahun 2004 disaat penduduk miskin di Jawa Timur naik sebesar 3,44 persen. Kemudian turun secara sangat signifikan pada tahun 2006 menjadi 6,32 dan tahun 2007 menjadi 5,59 persen. sumber : www.google.com |
posted by Debri & Wanda @ 19.13  |
|
|
|
| Minggu, 21 Februari 2010 |
| Sejarah Santa Angela |
 Santa Angela dilahirkan tanggal 21 Maret 1474 di sebuah kota kecil Desenzano Italia, dan memiliki seorang saudari perempuan. Angela menerima pendidikan yang baik dari kedua orang tuanya yang saleh. Ibunya mengajarkan pekerjaan rumah tangga kepada putri-putrinya. Dan sifat sosial ibunya yang selalu memperhatikan orang-orang yang mengalami kesukaran dan kemiskinan direkam oleh Angela. Ayahnya memiliki sebuah ladang anggur. Kedua orang tua Angela sering menceritakan kisah orang kudus kepada anak-anaknya, sehingga seringkali kedua putrinya bermain dan berkhayal menjadi pertapa dan pendoa. Kedua orang tua Angela meninggal karena terkena wabah suatu penyakit ketika ia masih berusia 10 tahun. Kemudian Angela dan kakak perempuannya diasuh oleh pamannya di kota Salo tempat kelahiran ibunya. Pada saat Angela berusia 13 tahun, kakak perempuan Angela meninggal pula dan ini membuat Angela menjadi sangat sedih dan kehilangan. Dia bertanya-tanya di manakah saudarinya yang ia cintai itu? Di surgakah? Atau di api penyucian? Mungkinkah di neraka? Dalam usianya yang masih sangat muda itu, Angela sudah mulai berpikir mengenai dosa dan akibatnya. Suatu hari, ketika Angela sedang berada di ladang, dia melihat sebuah visiun (penglihatan) serombongan malaikat naik turun tangga yang menghubungkan dunia dengan surga....dan di antara malaikat-malaikat itu ada serombongan gadis-gadis. Angela mengenali saudarinya juga ada di sana. Visiun ini membuat Angela berkeinginan untuk bergabung dengan saudarinya dan memberikan dirinya kepada Tuhan. Di masa remaja, Angela tumbuh menjadi seorang remaja yang menarik. Dia mudah bergaul dengan segala macam lapisan orang; pejabat maupun bangsawan, juga orang kecil dan sederhana. Akan tetapi, pergaulannya di kota besar Salo ini kadang mengusik hati kecil Angela. Bukankah dia ingin menyerahkan diri kepada Tuhan untuk menjadi milik Kristus? Dia ingin melepaskan diri dari kebebasan sebagai orang kota dan menyembunyikan dirinya. Kemudian ia bergabung dengan Ordo ketiga dari para pastor Fransiskan agar ia mudah menerima komuni dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Hidupnya menjadi sungguh sangat sederhana. Angela ingin meneladani hidup Santo Fransiskus, dia berharap tak memiliki apa pun, bahkan tak memiliki tempat tidur dan hidup dengan makan roti dan sedikit sayuran serta minum air putih. Ketika Angela berusia 22 tahun pamannya meninggal, dan Angela pun kembali ke Desenzano. Di sana ia terketuk hatinya untuk mengajari anak-anak tetangganya yang miskin yang tidak mendapatkan pengajaran dari orang tuanya tentang agama dan perbuatan baik. Suatu hari ia mendapat penglihatan kembali, dia melihat dirinya sedang memberi pelajaran agama kepada para pemudi. Sejak itu ia menyadari Tuhan memanggilnya untuk melakukan tugas seperti itu. Kemudian dia mengajak teman-teman wanitanya yang bergabung dengan ordo ketiga untuk mengumpulkan dana guna mendidik anak-anak dan para pemudi di sekitarnya dengan pengajaran-pengajaran yang sistematis dan teratur. Pekerjaan tersebut dilakukan dengan penuh kerendahan hati dan akhirnya berkembang. Maka Angela pun mengajak teman-temannya untuk memulai tugas baru yaitu membuka sekolah bagi anak-anak putri. Suatu hari Angela diberi tugas yang pertama sebagai seorang anggota Ordo Santo Fransiskus. Tugasnya adalah menghibur sepasang bangsawan di kota Brescia yang baru kehilangan anak-anaknya. Pada waktu itu di kota Brescia terjadi perang yang mengakibatkan berbagai kehancuran. Banyak penduduk mengalami penderitaan. Anak-anak terlantar, dan gadis-gadis dipermainkan dan direndahkan. Kemiskinan merajalela dan terjadi kemerosotan nilai-nilai hidup di dalam masyarakat. Sedikit demi sedikit Angela membantu semua yang membutuhkannya. Yang sedih dihiburnya, yang bertengkar didamaikan. Dia membawa damai di hati para imam, menasihati anak perempuan, menjadi penengah dalam keluarga, dan membela hak-hak kaum perempuan. Dia juga mendirikan sebuah sekolah. Karya pendidikannya berkembang pesat dan disenangi banyak orang. Demikianlah Santa Angela berkarya selama 14 tahun di kota Brescia. Dalam diri Angela senantiasa timbul pertanyaan, "Apa yang dapat aku lakukan bagi mereka yang menderita?" Banyak perempuan yang menghargai dan mendukung pelayanan Angela. Para penduduk pun menghormati apa yang dilakukan Angela dan menganggap dia sebagai seorang nabi perempuan dan seorang santa. Suatu hari Angela berziarah ke Tanah Suci bersama teman-temannya. Dalam perjalanan ke tanah suci di Yerusalem, Angela mengalami kejadian pahit. Kedua matanya tiba-tiba menjadi buta. Namun, ia tetap bersemangat untuk mengunjungi tanah suci meski teman-temannya mengusulkan untuk tidak meneruskan perjalanannya. Angela tetap berteguh hati melanjutkan sambil berserah diri kepada Tuhan di sepanjang perjalanannya. Karena imannya yang begitu besar, Tuhan akhirnya memberikan mukjizat. Penglihatan Angela menjadi pulih kembali ketika ia pulang dari ziarah itu, tepat di tempat saat Angela mengalami kebutaan. Di tengah perjalanan itu pula bayangan visiun yang Angela alami saat berada di Desenzano melintas terus di pikirannya, yaitu penglihatan mengenai rombongan malaikat naik turun ke surga dan di antaranya terdapat kumpulan para gadis. Tiba-tiba dia mendengar suatu suara dalam hatinya: "Bukalah hati, Angela, sebelum engkau meninggal, engkau akan mendirikan perkumpulan wanita di Brescia yang menjadi harta Tuhan sendiri." Mendengar suara itu, Angela merasa tak layak dan ia sempat menunda pelaksanaanya hingga Tuhan mendesaknya dan menyatakan bahwa Dia akan mendampinginya selalu. Setelah Angela kembali ke Brescia, ia mengumpulkan para pendukungnya dan membuat semacam biara yang sangat sederhana pada tahun 1533. Dibentuklah peraturan yang sederhana dan diadakan pelayanan pendidikan agama bagi anak-anak dan kaum miskin serta mengarahkan para pendukungnya pada karya cinta kasih lainnya. 12 orang tinggal bersamanya di dekat Gereja St. Afra, tetapi sejumlah wanita yang lain tinggal bersama keluarga dan saudara-saudarinya. 2 tahun kemudian 28 orang wanita yang mendukung Angela mempersembahkan diri sepenuhnya untuk melayani Tuhan. Angela menempatkan mereka dalam perlindungan St. Ursula, yaitu Santa pelindung pendidikan tertinggi di abad pertengahan yang dihormati sebagai pemimpin para wanita dan juga teladan martir dan keperawanan Kristen. Putri-putrinya yang mengabdi ini diberi nama Putri-Putri Ursulin. Jadi tgl 25 November 1535 merupakan permulaaan didirikannya Ordo Suster-Suster Ursulin. Semasa hidup Angela sebagai ibu pendiri ordo, para suster tidak mengenakan busana kebiaraan tetapi mengenakan rok berwarna hitam, tidak ada kaul dan tidak ada komunitas. Mereka berkumpul bersama dalam kelompok dan menyembah Tuhan, melaksanakan tugas-tugas sebagaimana yang diberikan kepada mereka dan hidup kudus di tengah-tengah keluarga mereka. Ordo ini kemudian berkembang dan banyak perubahan terjadi. Namun, yang jelas ordo ini tak pernah kehilangan tujuan utamanya yaitu memberikan pendidikan agama pada anak-anak gadis terutama kepada mereka yang miskin. Angela wafat tanggal 27 Januari 1540 setelah mengalami sakit sebelumnya. Setelah Angela wafat, kurang lebih 25 tahun kemudian, pemimpin Gereja mengizinkan biara itu hidup sungguh-sungguh seperti biara lainnya. Tahun 1807 Santa Angela dinyatakan sebagai orang kudus oleh Paus Pius VII. Biara yang didirikannya ini terus berkembang hingga saat ini.Santa Angela wafat meninggalkan sebuah perkumpulan yang kecil.....yang dalam 450 tahun terakhir bertumbuh menjadi suatu perhimpunan yang besar dengan putri-putrinya yang beraneka ragam tetapi spiritualitasnya sama : Spiritualitas santa Angela. Tuhan telah memilih Santa Angela untuk mengembangkan perkumpulan para perawan demi tugas yang luhur, dan Santa Angela telah mengembangkan talenta yang dimilikinya sebagai pendidik anak-anak kecil, sehingga akhirnya membuahkan hasil yang gemilang. Bagaimana dengan kita sebagai umat yang telah dipilih dan dikasihi Tuhan, sudahkah mengembangkan talenta-talenta kita demi kemuliaan Tuhan sehingga tidak menjadi bakat yang terpendam? |
posted by Debri & Wanda @ 19.26  |
|
|
|
|
| Sejarah Santo Bernardus |
 Bernardus dilahirkan pada tahun 1090 di Dijon, Perancis. Ia dan keenam saudara-saudarinya memperoleh pendidikan yang baik. Hati Bernardus amat sedih ketika ibunya meninggal dunia. Usianya baru tujuhbelas tahun. Hampir-hampir ia membiarkan dirinya larut dalam kesedihan jika saja tidak ada Humbeline, saudarinya yang periang. Humbeline membuatnya gembira dan segera saja Bernardus telah menjadi seorang yang amat populer. Ia tampan dan cerdas, riang gembira dan penuh rasa humor. Siapa saja suka berada di dekatnya. Suatu hari, Bernardus mencengangkan teman-temannya ketika ia mengatakan bahwa ia akan bergabung dengan Ordo Cistercian yang amat keras. Mereka mengusahakan segala cara agar ia membatalkan rencananya itu. Tetapi pada akhirnya, Bernarduslah yang berhasil meyakinkan saudara-saudaranya, seorang pamannya dan keduapuluh-enam orang temannya untuk bergabung bersamanya. Ketika Bernardus dan saudara-saudaranya hendak meninggalkan rumah mereka, mereka berkata kepada adik mereka, Nivard, yang sedang bermain bersama anak-anak lain: “Selamat tinggal, Nivard kecil. Sekarang semua tanah dan harta benda ini menjadi milikmu.” Tetapi anak itu menjawab: “Apa! Kalian mengambil surga dan menyisakan dunia untukku? Apakah kalian pikir itu adil?” Dan tak lama kemudian, Nivard pun bergabung dengan saudara-saudaranya di biara. St. Bernardus menjadi seorang biarawan yang baik. Tiga tahun kemudian, ia diutus untuk mendirikan biara Cistercian yang baru serta menjadi abbas (=pemimpin biara) di sana. Biara tersebut terletak di Lembah Cahaya. Dalam bahasa Perancis, Lembah Cahaya adalah “Clairvaux” Biara baru itu kemudian lebih dikenal dengan nama Clairvaux. Bernardus menjadi abbas di Clairvaux hingga akhir hayatnya. Meskipun ia lebih suka tinggal bekerja dan berdoa dalam biaranya, kadang-kadang ia harus pergi untuk tugas-tugas khusus. Ia berkhotbah, mendamaikan para penguasa, serta memberikan nasehat kepada paus. Ia juga menulis buku-buku rohani yang indah. Ia menjadi seorang yang amat berpengaruh dalam jamannya. Tetapi, terutama yang paling dirindukan Bernardus adalah dekat dengan Tuhan, menjadi seorang biarawan. Ia tidak berusaha untuk menjadi orang terkenal. Bernardus mempunyai devosi yang mendalam kepada Santa Perawan Maria. Dikatakan bahwa ia sering menyapa Bunda Maria dengan sebuah “Salam Maria” ketika ia melewati patungnya. Suatu hari, Bunda Maria membalas salamnya: “Salam, Bernardus!”. Dengan cara demikian Bunda Maria hendak menunjukkan bagaimana cinta Bernardus dan devosinya telah menyenangkan hati Bunda Maria. St. Bernardus wafat pada tahun 1153. Orang banyak merasa sangat sedih karena mereka kehilangan pengaruhnya yang menakjubkan. St. Bernardus dinyatakan kudus pada tahun 1174 oleh Paus Alexander III. St. Bernardus juga diberi gelar Doktor Gereja pada tahun 1830 oleh Paus Pius VIII. “Ia yang tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap temannya sendiri telah kehilangan rasa takut akan Tuhan.” ~ St. Bernardus |
posted by Debri & Wanda @ 19.24  |
|
|
|
|
|
| About Me |
|
![]()
Name: Debri & Wanda
Home:
About Me:
See my complete profile
|
| Previous Post |
|
| Archives |
|
|
| YOUR TITLE HERE |
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus. |
| Links |
|
 |
|